Air bunga mawar pun dipersiapkan. Tim pembuatan bersama tokoh masyarakat dan ulama setempat juga menggelar doa, baca barsenji dan tahlil bersama untuk keselamatan selama mengarungi lautan lepas.
Penanggungjawab Teknisi Kapal Spirit Majapahit Sumenep, Supardi (52) warga Slopeng menjelaskan, pembuatan kapal tradisional selama 90 hari sejak tanggal 22 Maret lalu sudah selesai 100 persen.
"Kapal ini siap mengarungi lautan lepas di 8 negara di dunia," kata Supardi kepada
wartawan di Pantai Slopeng, Sumenep, Selasa (22/6/2010).
Sebelum dilepas ke laut, kata dia, perlu ruwatan (Rokat). Tujuannya, agar semua crew selamat selama mengarungi laut lepas dan dijaga oleh penjaga laut. Pembuatan kapal yang melibatkan 15 orang pekerja tersebut mempunyai panjang 20 meter, lebar 4,5 meter dengan tinggi 2 meter.
"Ciri khasnya, buritan atau bagian belakang lebih tinggi dari haluan atau bagian depan," ujarnya.
Sementara Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sumenep, Moh Nasir mengatakan, pembuatan kapal telah selesai dan rencananya akan dilepas oleh Presiden SBY.
"Kapal ini terlebih dahulu diberangkatkan ke Surabaya. Baru menuju Jakarta untuk
dilepas ke 8 negara," ungkap Nasir kepada wartawan di lokasi.
Diharapkan, dengan kapal Spirit Majapahit Ship semangat dan budaya kerajaan untuk
bangsa serta menjalin hubungan lebih baik dengan negara yang ada di Asia.
Kapal yang saat ini menjadi tontonan pengunjung Pantai Slopeng menuju Brunei Darussalam, ke Jepang, Philipina, Cina, Vietnam, Bangkok, Singapura.
"Urut-urutan negaranya diserahkan sepenuhnya pada nahkoda. Jumlahnya, 8 negara
khusus di asia," pungkasnya.
(fat/fat)










































