"Saya sedang tidur pulas. Tapi karena getaran cukup kuat akhirnya saya terbangun," ujar Sugiyati (16) warga Kelurahan Ploso kepada detiksurabaya.com.
Bagi sebagian warga Kota 1001 goa, hidup berdampingan dengan potensi bencana tampkanya sudah menjadi kebiasaan. Buktinya begitu terjadi gempa, mereka serentak mengamankan diri dan hak miliknya. Belum dilaporkan adanya kerusakan akibat fenomena alam itu, namun Pantauan detiksurabaya, hingga saat ini sebagian warga masih berkumpul di teras rumah dan di pinggir jalan. Mereka khawatir terjadi gempa susulan.
"Sementara nunggu di luar rumah aja dulu. Mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa," kata Zainuri (32) pemilik bengkel di Jalan Iskandardinata.
(bdh/Rez)











































