Korban menghilang bersama sepeda angin yang dikendarainya. Hingga berita ini ditulis, keberadaan siswa SD Negeri 1 Tampo, Cluring, Banyuwangi, tersebut belum diketahui.
"Kami baru sadar dia belum pulang dari ngaji saat menjelang magrib, saya sendiri baru pulang dari rumah kakak saya di Desa Bulurejo," jelas Sri Heny (44), ibu korban pada detiksurabaya.com di rumahnya, Kamis (17/06/2010).
Saat itu, upaya pencarian langsung dilakukan pihak keluarga korban. Mulai dari mendatangi tempat korban mengaji, rumah para kerabatnya serta mendatangi satu persatu rumah teman-teman satu sekolah Adi.
Namun keberadaan bocah berkulit gelap tersebut bagai hilang ditelan bumi. Karena berharap anaknya ingin segera ditemukan, peristiwa tersebut dilaporkan orang tua korban ke Polsek Cluring.
Sebelum hilang, Adi terlihat berpamitan untuk pergi mengaji ke mushola setempat. Jarak antara rumah dan tempatnya mengaji sekitar 500 meter.
Saat itu korban berangkat dengan menggunakan sepeda angin kesayangannya. Sekitar 30 menit kemudian, siswa yang duduk dibangku kelas 4 SD tersebut nampak terlihat pulang.
Namun kembali keluar rumah dengan tergesa-gesa dan tidak berpamitan hendak kemana. Sejak saat itu, korban tidak diketahui rimbanya. Diduga Adi menjadi korban penculikan.
"Kata kakaknya, Adi Sempat pulang, tapi keluar lagi dengan masih menggunakan baju kokonya, dikira ia ke rumah Budenya," tambah ibu korban, dengan mata berkaca-kaca.
Adi Yama Deski memiliki ciri-ciri sebagai berikut. Badan sedang, kulit hitam bersih, tinggi sekitar 140 sentimeter. Rambut lurus (jabrik) hitam. Pusar rambut berjumlah tiga, satu diataranya terdapat di bagian atas dahi.
(bdh/bdh)











































