Ketua Tagana Muhammad Masrufin mengatakan, di lokasi hilangnya Sahrul Malik, yaitu lereng Gunung Wilis Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, merupakan jurang yang curam dengan kedalaman mencapai 300 meter. Kondisi ini diperparah dengan tektur tanah dan bebatuan yang mudah longsor.
"Kebetulan sejak jam 2 siang tadi hujan juga turun sangat lebat. Kami tidak ingin
terlalu memaksakan dan akan melanjutkan pencarian mulai besok pagi," kata Masrufin
di Mapolsek Sawahan kepada wartawan, Rabu (16/6/2010).
Tentang posisi korban saat ini, Masrufin mengaku belum bisa memastikan. Dari
hasil penyusuran hingga ke dasar jurang, Tim SAR Tagana diakui belum menemukan
indikasi tanda-tanda keberadaannya.
"Dalam perjalanan pencarian dengan menapaki jalan setapak, kami menemukan sejumlah bekas longsoran. Posisi pasti korban saat ini ada di mana, kami belum dapat
pastikan," jelas Masrufin.
Tim SAR Tagana dipastikan terus berupaya melakukan pencarian, dibantu polisi dan masyarakat di sekitar lokasi kejadian. "Kita sama-sama berdoa saja, semoga korban cepat ditemukan," imbuhnya siangkat.
Sementara 8 rekan Sahrul Malik saat ini dipindahkan ke Mapolsek Sawahan untuk
beristirahat, menunggu proses pencarian selesai dilakukan. Keseluruhannya dalam
kondisi syok berat, sehingga sulit dimintai keterangan terkait kronologis kejadian.
Sejak satu rekannya dikabarkan hilang, 8 orang tersebut sebelumnya diinapkan di
salah satu rumah warga, yang berjarak sekitar 5 kilometer dari lokasi hilangnya
korban.
Sebelumnya, seorang anggota pecinta alam asal Kota Sidoarjo diduga hilang dalam perjalanan turun usai mendaki di Gunung Wilis. Korban, Sahrul Malik (33) hilang setelah sebelumnya berpamitan akan buang air kecil.
(fat/fat)
