BI Minta Masyarakat Waspadai Bank Pasang Bunga Tinggi

BI Minta Masyarakat Waspadai Bank Pasang Bunga Tinggi

- detikNews
Kamis, 10 Jun 2010 15:50 WIB
BI Minta Masyarakat Waspadai Bank Pasang Bunga Tinggi
Malang - Bank Indonesia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah tergiur suku bunga tinggi yang banyak diterapkan sejumlah pelaku perbankan. Ini sebelum ada transparasi soal jaminan dari deposit yang disimpan.

Menurut Pemimpin Bank Indonesia Malang Totok Hermiyanto, sekarang ini banyak sekali diketahui para pelaku perbankan bersaing dalam penentuan suku bunga.

Semua itu dilakukan untuk merangkul lebih banyak lagi pemodal. Namun, langkah itu akan dapat menjadi persoalan ke depannya. Apabila masyarakat atau pemodal belum mengerti secara jelas jaminan dari deposit telah dimasukkan.

"Hal ini sangat mengkhawatirkan bagi masyarakat," kata Totok saat menggelar coffee morning dengan wartawan di Kantor Bank Indonesia Malang di Jalan Merdeka Utara, Kamis (10/6/2010).

Langkah yang dilakukan Kantor BI Malang, kata Totok, untuk menghindari adanya masalah adalah meminta kepada para pelaku perbankan untuk transparasi dalam jaminan deposit para nasabah atau pemodal."Adanya jaminan dari LPS harus dijelaskan dari awal saat pemodal atau nasabah akan menginvestasikan uangnya," tutur Totok baru menjabat sebagai Pimpinan Bank Indonesia Malang dua pekan ini.

Dari data Bank Indonesia Malang perkembangan total aset di bank umum masuk wilayah kerjanya hingga April 2010 sebesar Rp 25,17 triliun atau setara dengan 11 persen total aset bank umum Jawa Timur.

Sesuai dengan jumlah kantor cabang yang ada, mayoritas aset bersumber dari bank umum di Kota/Kabupaten Malang dan Kota Batu sebesar 75,91 persen. "Demikian juga dengan BPR, lebih dari 40 persen aset BPR berada di Malang Raya," ujar Totok.

Dalam kesempatan itu, Totok menerangkan, adanya penurunan perkembangan temuan uang palsu di Tahun 2010 yakni sebanyak 1.007 lembar. Dari Tahun 2009 sebanyak 1.848 lembar. "Temuan upal terhadap inflow sampai April 2010 sebesar 0,05 persen lebih kecil dari Tahun 2009 sebesar 0,07 persen," tandasnya.
(wln/wln)
Berita Terkait