Dari rekonstruksi itu diketahui, jika kerusuhan di halaman DPRD dan Pemkab Mojokerto, 21 Mei 2010 lalu, direncanakan di kantor GDI. Kantor itu berfungsi
sebagai sekretariat pemenangan bakal calon bupati Ahmad Dimyati Rosyid (Gus Dim).
Rapat dipimpin Makhrodji Makhfud, diikuti adik Gus Dim, Mukhlashon (Gus Shon), serta Miskan, dan beberapa orang pendukung Gus Dim. Rapat itu digelar sehari menjelang kerusuhan. Dalam rapat itu, Makhrodji meminta agar penyampaian visi-misi calon bupati digagalkan.
"Dari rekonstruksi tadi, yang terlihat sebagai aktor intelektual ya Makhrodji. Sedangkan Gus Shon lebih banyak diam," kata kuasa hukum Gus Dim, Muhammad Dhofir kepada detiksurabaya.com beberapa saat setelah rekonstruksi usai.
Dalam rekonstruksi tersebut, Makhroji Makhfud, Gus Shon dan Miskan, sama-sama
memakai seragam tahanan Polda Jatim berwarna biru. Saat meninggalkan ruangan
dan menuju ke mobil, para tersangka menebar senyum ke arah para wartawan dan warga sekitar.
Bahkan Makhrodji mengepalkan tangan dengan wajah penuh optimis. Rekonstruksi
tersebut berlangsung sekitar satu jam. Selama rekonstruksi digelar, para tersangka
dan saksi yang sebagian besar diperankan oleh polisi, memeragakan 24 adegan.
Selama rekonstruksi, anggota Brimob Polda Jatim dibantu anggota Polres dan Polresta Mojokerto berjaga di sekitar lokasi. Usai rekonstruksi, ketiga tersangka
itu dibawa ke Surabaya dengan pengawalan ketat.
(fat/fat)











































