Sedangkan korban luka yakni istri Haryono, Wahyu Andriani (25) menderita luka pada lengan kanan lantaran tertimpa kayu pilar rumah. Kerugian materi ditaksir mancapai puluhan juta rupiah.
"Saya pas duduk di teras. Beberapa saat sebelum kejadian saya mendengar suara mirip benturan dari atas tebing. Kebetulan suami sedang kerja," tutur Wahyu Andriandi kepada detiksurabaya.com di lokasi, Rabu (9/6/2010).
Wahyu mengungkapkan, peristiwa itu terjadi begitu cepat. Banyaknya material longsoran yang menimbun menyebabkan isi rumah dan perabotan rumah tangga hancur tak berbentuk lagi. Untung anak perempuan semata wayangnya, Kesya Herlivia Kharisma Putri (5) yang sedang tidur di kamar dapat diselamatkan.
"Saya cepat-cepat masuk rumah dan menggendongnya. Saya bermaksud membawa lari keluar rumah tapi baru sampai di teras bagian atap rumah runtuh. Kaki dan tangan saya tertimpa dan seketika anak saya terlempar ke halaman rumah," papar dia.
Hingga pukul 16.00 WIB, korban masih tampak shock. Sementara untuk menghindari longsor susulan, korban mengungsi ke rumah saudara terdekat. Pantauan detiksurabaya.com, puluhan warga saat ini masih melakukan evakuasi sisa bangunan rumah.
Sementara Ketua BPBD (Badan Penaggulangan Bencana Daerah) Mulyono mengatakan, untuk meringankan beban korban pihaknya mengupayakan bantuan dari pos anggaran bencana. Rencananya, bantuan juga akan diambilkan dari pos anggaran tak terduga APBD.
"Yang terpenting korban kita selamatkan dulu. Pemerintah daerah tetap berupaya membantu," katanya usai menyerahkan bantuan sembako kepada korban.
(fat/fat)











































