Menurut Tutik pelaku beraksi seorang diri itu mulanya hendak melumpuhkan Suciyati (50), ibunya setelah keluar dari kamar mandi. Korban yang berontak membangunkan Usman Hadi suaminya.
Di depan kamar tidur Usman berdekatan dengan kamar mandi menjadi tempat penghuni rumah berupaya melawan pelaku. Pelaku bersenjatakan celurit ini sempat melukai Usman ketika berebut senjata tajam.
"Ayah saya kena sabetan celurit saat berebut dengan pelaku," ungkap ibu dua anak ini kepada wartawan di lokasi kejadian.
Karena penghuni rumah melawan, perampok memilih kabur melalui lubang jendela kamar belakang. "Sudah ada tali yang disiapkan untuk melumpuhkan kami. Tapi setelah ayah saya melawan pelaku kabur," ujar Tutik yang mengaku saat itu tidur di kamar depan.
Tutik mengaku sekitar pukul 20.00 WIB, Selasa (8/6/2010)malam, orang tuanya melihat sesosok lelaki masuk ke dalam rumah melalui pintu samping. Diduga lelaki tersebut adalah pelaku perampokan. Mereka menduga pelaku ketiduran hingga beraksi pada pagi hari. "Mungkin saja ketiduran hingga pagi baru beraksi," tuturnya.
Kasus ini masih dalam penyelidikan aparat kepolisian. Dari hasil olah tempat kejadian perkara petugas menemukan senjata celurit, tali plastik, sidik jari yang diduga milik pelaku.
"Keterangan korban sempat melihat wajah pelaku, akan menjadi bahan penyelidikan kami. Bersama sidik jari yang tertinggal di TKP," kata Kapolsekta Kedungkandang AKP Anang TRi Hananta di sela-sela melakukan olah TKP.
(wln/wln)










































