"Hingga waktu pencoblosan ditutup, beliau Gus Dim tidak hadir di TPS. Mungkin beliau ada udzur sehingga tidak bisa ke TPS sini," kata seorang petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 14, Dusun Tuwuri, Desa Seduri, Kecamatan Mojosari.
Dalam catatan DPT warga Dusun Tuwuri di TPS 14, nama Gus Dim tercatat sebagai
pemilih dengan nomor DPT ke-495 dari 499 pemilih. "Namun saya tidak tahu apa Gus Dim memilih di TPS lain," kata Rohimin kepada detiksurabaya.com di TPS 14.
Saat sejumlah wartawan datang ke Pondok Pesantren Modern Raudlatul Ulum, Gus Dim sedang berada di rumah. Namun Gus Dim mengaku sudah menggunakan hak pilih di TPS yang tidak jauh dari rumahnya. TPS 14 hanya berjarak sekitar 100 meter dari rumah Gus Dim.
"Saya lupa jam berapa tadi, sekitar jam 07.00 WIB pagi. Di TPS terdekat situ, saya lupa itu TPS nomor berapa," kata Gus Dim sembari menunjuk ke arah TPS 14.
Padahal, kata Rohimin, Gus Dim tidak menggunakan hak pilih di TPS 14, hingga pencoblosan usai. Gus Dim lalu menegaskan, sejak gagal maju dalam Pilkada, banyak calon bupati yang meminta dukungan. Namun Gus Dim tetap membebaskan para pendukungnya untuk memilih atau tidak. "Hak itu bisa digunakan, juga bisa tidak digunakan," kata Gus Dim.
Di TPS 14, tingkat partisipasi pemilih terkategori lebih dari 50 persen. Dari 499
pemilih di TPS tersebut, sebanyak 168 pemilih tidak menggunakan hak pilih mereka.
Hingga pukul 13.30 WIB, penghitungan suara masih dilakukan di TPS tersebut.
(fat/fat)











































