Pasca Ledakan, Manajemen Akan Lakukan Evaluasi

Ledakan di PT Pindad Malang

Pasca Ledakan, Manajemen Akan Lakukan Evaluasi

- detikNews
Kamis, 03 Jun 2010 14:05 WIB
Malang - PT Pindad akan melakukan evaluasi guna meminimalisir kejadian ledakan yang menyebabkan 3 orang meninggal, dan 1 luka-luka. Evaluasi ini agar kejadian serupa tidak terjadi kembali.

"Evaluasi akan kami lakukan. Hal itu mesti kita lakukan setelah kecelakaan kerja," kata Direktur Utama PT Pindad, Adik Afianto Soedarsono, saat dihubungi wartawan melalui telepon genggamnya, Kamis (3/6/2010) siang.

Evaluasi menurut Adik, dimulai dari melihat kondisi alat perakitan detonator pasca ledakan. Adik mengaku alat tersebut memiliki teknologi canggih. Namun, jika kondisi alat tersebut tidak memungkinkan kembali digunakan, maka pihaknya akan mengganti dengan yang baru.

"Evaluasi ini akan menjadi pertimbangan kami. Apakah tetap menggunakan alat tersebut. Keputusan itu akan kami ambil setelah tim khusus dari PT Pindad meneliti di lokasi kejadian," ujarnya.

Adik mengaku, selama ini para pekerja dalam melakukan perakitan detonator menggunakan alat tersebut. Alat itu tidak diragukan lagi kemampuannya. "Kami membelinya dari luar negeri. Jika terjadi seperti ini, kami akan benar-benar mempertimbangkan untuk menggunakannya kembali. Tapi itu dilihat nanti," ungkapnya.

Dari informasi yang dihimpun, kejadian ledakan hingga menyebabkan korban meninggal dalam enam tahun terakhir terjadi dua kali. Pertama korban ledakan bernama Tarmudi (35), warga Desa Gedog Kulon, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Korban meninggal dengan luka bakar serius di sekujur tubuh.

Kejadian itu terjadi pada tanggal 26 Juni 2006 lalu, saat itu korban tengah memindahkan amunisi secara manual. Tanggal 2 Juni 2010, ledakan kembali terjadi di perusahaan berada di Jalan Panglima Sudirman, Desa Sedayu, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, ini. hingga menyebabkan tiga korban tewas.

Ketiganya yakni, Tri Nurhuda (27) dan Sandi Wardhana (22), keduanya warga Jalan Pratu Herman, Desa Sedayu, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Keduanya dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum yang sama yaitu TPU Gunung Kembar desa setempat. Satu Lagi korban bernama Mukhlis Usman (22), warga Desa Karangpandan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang.

PT Pindad mengaku selalu melakukan evaluasi setiap kali terjadi kecelakaan terjadi. Kondisi alat sebagai penunjang produksi selalu dipertimbangkan dengan menelitinya.
"Kondisi alat selalu kita periksa dengan detail, jika terjadi kecelakaan," kata pungkas Adik Afianto Soedarsono.

(bdh/bdh)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini