Sebagai bahan penyelidikan, Tim Labfor berjumlah lima orang itu membawa sejumlah barang dan peralatan dari ruang fasilitas produksi detonator untuk diselidiki.
"Masih belum bisa dipastikan atau diduga penyebab dari ledakan. Tim Labfor masih menyelidiki dengan membawa sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian," terang Kapolres Malang, AKBP Adhi Hartoyo, saat dihubungi telepon genggamnya, Kamis (3/6/2010) siang.
Andhi menambahkan, polisi belum dapat menduga penyebab ledakan karena faktor human error atau kesalahan pada alat produksi. Karena itu masih menunggu dari hasil penyelidikan Tim Labfor.
Dari pengamatan detiksurabaya.com di lokasi, setelah dilakukan olah TKP, polisi pun akhirnya melepas police line di lokasi kejadian.
PT Pindad Terjunkan Tim Khusus
Secara terpisah Direktur Utama PT Pindad, Adik Afianto Soedarsono menuturkan, pihaknya telah menyiapkan tim untuk meneliti penyebab dari ledakan. Tim ini merupakan tim khusus dari PT Pindad yang mempunyai keahlihan dalam penanganan bahan peledak.
"Tim akan bekerja setelah polisi selesai melakukan olah TKP dan melepas police line," terangnya dihubungi melalui telepon.
Menurut Adik tim khusus dari PT Pindad ini akan mengamankan bahan peledak yang masih banyak berserakan di lokasi kejadian. Mereka mempunyai kemampuan mengenali dan menangani bahan peledak tersebut. "Tim bekerja untuk membersihkan dan meneliti penyebab ledakan," ungkapnya.
Adik mengungkapkan, bahwa sesuai dengan pandangan mata. Kondisi alat untuk perakitan detontor masih berdiri. Artinya, alat tersebut masih dalam kondisi baik atau tidak mengalami kerusakan parah.
(bdh/bdh)











































