Diduga Detonator Meledak Saat Dilakukan Pengepresan

Ledakan di PT Pindad Malang

Diduga Detonator Meledak Saat Dilakukan Pengepresan

- detikNews
Kamis, 03 Jun 2010 12:28 WIB
Malang - Penyebab ledakan di ruang fasilitas produksi detonator PT Pindad hingga menyebabkan tiga orang tewas mulai sedikit terkuak. Diduga, detonator meledak saat dilakukan pengepresan.

"Kami menduga ledakan terjadi saat para pekerja melakukan pengepresan dengan menggunakan alat berteknologi canggih," ujar Direktur Utama PT Pindad, Adik Afianto Soedarsono, dihubungi wartawan melalui telepon genggamnya, Kamis (3/6/2010) siang.

Adik menjelaskan, detonator yang diproduksi guna memenuhi kebutuhan pertambangan itu dibuat secara berskala dalam kemampuan meledak. Untuk itu perlu dilakukan tahap pengepresan.

Melalui pengepresan itu, akan dapat menghitung jeda ledakan dari detonator. "Satu detonator dengan detonator lain didesain tidak sama waktu meledaknya. Untuk itu perlu dilakukan pengepresan mengatur jeda waktu. Kemungkinan pada saat itu terjadi ledakan," katanya.

Adik mengaku dalam setiap hari pihaknya mampu memproduksi sekitar 7.500 detonator. Sementara kualitas detonator buatan PT Pindad masih terbaik dari buatan negara-negara lain.

"Detonator kami lebih baik kualitasnya daripada buatan negara Eropa, Australia, dan Korea. Dan hanya satu yang memproduksi di Indonesia yaitu perusahaan kami," jelasnya.

Produksi detonator sendiri, lanjut Adik, hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, sebagian besar untuk kebutuhan pertambangan. Seperti tambang batubara dan emas. "Salah satu yang menggunakan produk kami adalah pertambangan Tembagapura, Papua," ungkapnya.

Karena banyaknya kebutuhan dalam negeri hingga satu juta buah detonator tiap tahun, maka hasil produksi detonator PT Pindad hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. "Kami sampai kewalahan," ujarnya.

Adik menambahkan, dalam produksi detonator ini, PT Pindad bekerjasama dengan pihak ketiga yaitu PT Dahana yang berada di Tasikmalaya, Jawa Barat. PT Dahana perusahaan bergerak dalam bidang bahan peledak ini hanya memberikan kucuran dana untuk produksi detonator.

"Untuk teknisi serta administrasi dari kami PT Pindad," tuturnya.

(bdh/bdh)
Berita Terkait