Beberapa petugas keamanan PT Pindad dan anggota TNI AD bersiaga dengan menutup portal bambu dengan kursi kayu yang sengaja diletakkan di tengah jalan. Portal itu jaraknya 500 meter dari pintu masuk PT Pindad.
Dari pantauan detiksurabaya.com, hingga pukul 08.30 WIB bila ada pegawai masuk, portal dan kursi itu disingkirkan. Namun bila wartawan baik cetak maupun elektronik mendekat, mereka tidak diperbolehkan masuk.
"Maaf mas tidak boleh masuk, daerah ini steril," kata salah satu petugas keamanan yang mengenakan seragam biru dongker kepada detiksurabaya.com saat izin untuk melihat lokasi, Kamis (3/6/2010).
Sebelumnya, ruang fasilitas produksi detonator PT Pindad, Malang meledak sekitar pukul 13.00 WIB, Selasa (2/6/2010). Akibatnya dua karyawan tewas yakni Tri Nurhuda (27) warga Jalan Jenderal, Turen, tewas dalam perjalanan ke RSU dr Syaiful Anwar (RSSA) dan Mukhlis Usman (22) warga Desa Curungrejo RT 07/ RW 02, Kecamatan Kepanjen, saat mendapat perawatan di RSSA.
Sedang dua korban luka masih menjalani perawatan yakni Sandi Wardhana (22) warga Jalan Panglima Sudirman, Kecamatan Turen dan David (22), Desa Sidorejo, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang. (fat/fat)










































