Penjaga pos tidak memperkenankan siapapun untuk masuk dan bertanya tentang peristiwa ledakan tersebut.
Dari pengamatan detiksurabaya.com, Rabu (2/6/2010), para penjaga pos yang berjaga di pintu gerbang PT Pindad hanya membisu saat ditanya dan tidak memperbolehkan siapapun untuk masuk.
Wartawan otomatis hanya bisa berada di luar pintu gerbang PT Pindad. Situasi dan kondisi di dalam PT Pindad juga tidak bisa dipantau, karena terhalang oleh pagar perusahaan yang tinggi.
Suasana serupa juga terjadi di RS Saiful Anwar. Pegawai PT Pindad yang mengantar korban luka dan meninggal juga memilih untuk diam. Mereka sepertinya takut untuk berkomentar. Ir Widianto sebagai penanggung jawab, yang mengantar korban juga enggan berkomentar. (bdh/bdh)











































