3 Pasangan calon tersebut yakni Bupati Trenggalek saat ini Soeharto, yang menggandeng H.Samsuri sebagai wakilnya. Pasangan nomor urut 1 tersebut menggunakan singkatan Harsam dan diusung oleh koalisi Partai Golkar, Demokrat, PAN, PKNU, PKS, PKPI, PPRN, PDP dan Patriot.
Pasangan kedua adalah Wakil Bupati Trenggalek saat ini H.Mahsun Ismail-Joko Irianto, yang berangkat dari jalur perseorangan dengan nomor urut pencalonan 2.
Sedangkan pasangan calon terakhir adalah mantan Bupati Trenggalek periode 1999-2004 H.Mulyadi WR, yang berpasangan dengan Wakil Ketua DPRD Kabupaten
Trenggalek Kholiq. Pasangan ini dijagokan oleh koalisi PDIP, PPP dan PKB.
Ketua KPUD Kabupaten Trenggalek Patna Sunu mengaku, sebelum akhirnya ditetapkan 3 pasangan calon, sebelumnya terdapat 1 pasangan lain yang mendaftar, yakni mantan Dandim 0806 Trenggalek Letkol Inf (Purn) Sutarman yang berpasangan dengan Rahmad Purwadi. Pasangan tersebut mendaftar melalui jalur perseorangan, namun gagal lolos dalam tahap verifikasi faktual.
"Untuk Pak Sutarman, dari sekitar 33 ribu bukti dukungan yang diserahkan, lebih dari 10 ribu diantaranya tidak faktual. padahal batas minimal bukti dukungan adalah 31.643 suara," ungkap Patna.
Dari 3 pasangan calon tersebut, masing-masing mengusung visi dan misi yang umum
disebutkan oleh kandidat calon kepala daerah, diantaranya peningkatan kualitas
layanan kesehatan dan pendidikan ke masyarakat, pengentasan kemiskinan dan
penyediaan lapangan kerja.
Dalam pemilihan bupati kali ini, KPUD Trenggalek menyediakan 157 TPS yang tersebar di 14 kecamatan. "Secara umum persiapan sudah selesai kami lakukan, termasuk pendistribusian surat suara dan logistik lain. Sosialisasi agar masyarakat bersedia menggunakan hak pilih juga sudah kami laksanakan, dan harapan kami itu akan bisa berhasil," pungkasnya.
(fat/fat)











































