Hasil wawancara detiksurabaya.com dengan beberapa narasumber di kepolisian menyebutkan, mantan mujahidin Afghanistan tersebut, yaitu Mukhlashon alias Gus Shon (36), adik bakal calon bupati Mojokerto, Ahmad Dimyati Rosyid (Gus Dim), yang tidak lolos tes kesehatan.
Menanggapi isu itu, Gus Dim tertawa lepas saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, termasuk deriksurabaya.com di Pesantren Raudlatul Ulum, Desa Seduri, Kecamatan Mojosari, Selasa (1/6/2010).
"Itu isu tidak benar, sama sekali tidak benar," tegas Gus Dim.
Gus Dim lalu memaparkan, sekitar 10 hari menjelang terjadi kerusuhan, Kapolres Mojokerto AKBP Onto Cahyono dan seorang perwira polisi, datang menemuinya di Pesantren Raudlatul Ulum. "Kapolres memperkenalkan calon kapolres yang baru," kata Gus Dim.
Saat berdialog, Onto Cahyono meminta Gus Dim bersedia dipanggil polisi jika terjadi kerusuhan. Gus Dim mengiyakan permintaan itu. "Kapolres bilang, sangat percaya jika saya tidak akan berbuat kekerasan apalagi kerusuhan," kata Gus Dim.
Di sela perbincangan itu, Onto Cahyono bertanya ke Gus Dim. "Kabarnya adik Gus Dim, Gus Shon, pernah belajar di Afghanistan. Setengah berkelakar, saya jawab pernah. Saya heran, polisi dapat informasi dari mana, jika Gus Shon pernah ke Afghanistan," jelas Gus Dim, menirukan pembicaraan waktu itu.
Menurut Gus Dim, adiknya tidak pernah belajar di Afghanistan, apalagi mantan mujahidin Afghanistan. Sejak kecil Gus Shon sekolah di Madrasah Ibtidaiyah Glonggongan, lalu bersekolah di SMP Mojosari. Setelah itu, Gus Shon belajar di salah satu pesantren di Jombang.
Gagal kuliah di Unair dan IAIN Sunan Ampel Surabaya, Gus Shon lalu melanjutkan pendidikan di salah satu pesantren di Kediri. "Setelah itu Gus Shon pulang dan mengelola pesantren keluarga. Jadi tidak pernah ke Afghanistan. Itu hanya rekaan saja," tandas Gus Dim.
(bdh/bdh)










































