Perubahan nama itu bersamaan digelar tasyakuran menempati tempat baru kompleks Lembaga Pendidikan Islam Pelita Hati berlokasi di Jalan S. Supriyadi, Kecamatan Sukun, Kota Malang.
Sebelumnya sempat terjadi miss komunikasi atas kepindahan keluarga SW di lingkungan sekolah tersebut. SW dan kedua orang tuanya diusir oleh pemilik yayasan, karena tak meminta izin tinggal terlebih dahulu.
"Bersama tasyakuran ini kami ganti nama SW. Penggantian nama ini hanya menghilangkan nama depannya saja yaitu Sandi," ujar Mulud Riadi (50) saat berbincang-bincang dengan detiksurabaya.com, Minggu (30/5/2010).
Menurut bapak tiga anak ini, menghilangkan nama depan bertujuan meminta sesuatu
yang baik bagi diri SW.
"Kan banyak yang kenal nama Sandi dengan keburukannya. Jadinya kini Sandi itu sudah tidak ada. Berganti Adi Susanto," ucap suami dari Moedjiati (45).
Secara resmi melalui acara tasyakuran bubur merah (jenang merah), nama depan SW
telah hilang. Keluarga berharap kehidupan SW akan lebih baik dari sebelumnya. "Bisa dikatakan penggantian nama ini membuang hal yang buruk," tegas Mulud.
(fat/fat)











































