Dua korban tewas akibat tertimbun tanah masih berstatus bapak anak tewas. Keduanya yakni, Joyo Untung (60), dan Tutik Sukesih (12). Sedangkan Napsiah (55), ibu kandung Tutik kini dalam kondisi kritis dan mendapatkan perawatan medis di puskesmas setempat.
Menurut keterangan yang dihimpun detiksurabaya.com, sejak siang hari, wilayah tempat tinggal korban diguyur hujan deras. Tebing setinggi 5 meter berada di atas rumah korban mendadak longsor dan menimbun rumah korban.
Saat peristiwa terjadi, Napsiah berhasil meloloskan diri bersama satu orang anaknya. Meski berhasil menyelamatkan diri, ibu dua anak itu mengalami sejumlah luka akibat reruntuhan bangunan rumahnya hingga kondisinya kini kritis.
"Istri Joyo Untung berhasil selamat. Namun, kondisinya kritis," kata Camat Ngajum, Eko Mardianto, saat dihubungi melalui telepon genggamnya.
Kabar tanah longsor ini langsung direspon aparat pemerintahan, Polri, dan Koramil setempat dengan melakukan pencarian terhadap dua korban. Proses pencarian juga dibantu warga sekitar menggunakan alat seadanya.
"Setelah gotong royong bersama polisi, Koramil, warga. Dua korban berhasil kita temukan dalam kondisi tak bernyawa selang dua jam pasca kejadian," ungkap Eko.
Eko menambahkan, lokasi tempat tinggal korban berada di lereng Gunung Kawi. Kawasan ini memang rawan terjadi tanah longsor. Apalagi sejak siang tadi wilayah ini diguyur hujan deras.
"Hanya ada dua KK di tempat ini. Satu KK adalah korban sekeluarga," terangnya. Kini jenazah kedua korban telah disemayamkan di rumah saudara. Menurut Eko pihak keluarga meminta kedua jenazah tidak dilakukan autopsi. "Keluarga meminta kedua jenazah tidak diautopsi," tegasnya.
(bdh/bdh)











































