Hal ini diungkapkan oleh Mulud Riadi (50), ayah kandung saat baru tiba di rumah
barunya kompleks Lembaga Pendidikan Islam Pelita Hati Jalan S. Supriyadi No 35, Kecamatan Sukun, Kota Malang.
Menurut bapak tiga anak ini, SW bakal dilarang bergaul dengan orang luar. Bahkan
bila ada orang datang menjemput SW, seperti yang terjadi saat tinggal di rumah
sebelumnya Jalan Nusakambangan, Kota Malang, tidak akan diperbolehkan.
"Akan kami larang siapapun yang mengajak SW keluar rumah, bagaimanapun caranya," tegas Mulud kepada detiksurabaya.com, Rabu (26/5/2010).
Mulud juga meminta bantuan kakak kandung SW dan istrinya, Moedjiati (45) menjaga SW selama dirinya keluar untuk bekerja. "Pokoknya benar-benar kami jaga. Untuk membuat SW sembuh susah dan butuh pengorbanan dan waktu," tambahnya.
Menurut Mulud lingkungan rumah berada di kompleks sekolah, dapat membantu SW
kesulitan untuk berbaur dengan orang luar. Kendati demikian, pengawasan akan terus
dilakukan.
Sementara untuk keluarga ataupun saudara, lanjut Mulud, dirinya akan memberikan
kelonggaran, untuk bisa mengajak SW keluar rumah. "Kalau keluarga dan saudara boleh saja," tuturnya.
Mulud sendiri sangat berhati-hati jika akan merokok. Dia mengaku akan memilih keluar rumah jika menginginkan menghisap asap tembakau. Karena khawatir akan mempengaruhi SW kembali.
(fat/fat)










































