Batu Bata Tahan Gempa Temuan Pelajar Madiun Dilirik Jerman

Batu Bata Tahan Gempa Temuan Pelajar Madiun Dilirik Jerman

- detikNews
Rabu, 26 Mei 2010 12:31 WIB
Batu Bata Tahan Gempa Temuan Pelajar Madiun Dilirik Jerman
Madiun - Diam-diam, batu bata tahan gempa temuan dua pelajar SMAN 5 Madiun mulai dilirik negara Jerman. Bahkan, rencananya, temuan kedua pelajar ini akan diteliti, dan dikembangkan di negara tersebut.

Permintaan penelitian tentang batu bata tahan gempa itu diutarakan peneliti Jerman saat Nina Milasari (17) dan Cristina Kartika Bintang Dewi (16), memperleh medali emas dalam lomba karya ilmiah tingkat pelajar usia 13-18 tahun di International Environmental Project Olympiad (Inepo) 2010 di Kota Istanbul Turki, 19-22 Mei 2010 lalu.

Saat berbincang dengan detiksurabaya.com, di sekolahnya SMAN 5 jalan Mastrip, Kota Madiun, Rabu (26/05/2010), Nina mengatakan saat mereka akan pulang ke Indonesia,ada salah satu warga Jerman yang juga ikut dalam festival tersebut tertarik untuk memperdalam penelitian tentang batu bata tahan gempa, dan akan dikembangkan.

"Dari Jerman yang minta mau izin penelitian untuk dikembangkan. Bahkan kemarin itu juga di copy semua hasil penelitian kita," jelas Nina.

Nina menambahkan selain mendapat medali emas, dia dan Christina juga punya kesempatan meneruskan kuliah di perguruan tinggi di Turki tanpa tes. Namun dia masih mempertimbangkan tawaran tersebut.

"Kita juga diberi kesempatan kuliah masuk tanpa tes di Turki, tapi kita masih pikir-pikir. Biaya di sana kan mahal," tambah Nina sambil senyum.

Selain dilirik oleh Negara Jerman, Christina juga menjelaskan kalau karyanya tersebut juga sempat diminati PT Djiwi Kimia Surabaya. Ketertarikan PT Djiwi Kimia itu terlihat saat mereka menggelar pameran di Pemkab Madiun. "Sebenarnya kemarin juga dari pabrik kertas PT Djiwi Kimia tertarik penelitian kita," ungkap Christina.

Seperti diberitakan sebelumnya, event International Environmental Project Olympiad (Inepo) 2010 di Kota Istanbul Turki diikuti oleh 110 finalis dari 45 negara. Dari 11 peraih emas dalam event itu, 3 diantaranya dari Indonesia yakni tim dari SMAN 5 Kota Madiun untuk kategori fisika, dan 2 tim lain kategori Kimia dari SMA Semesta Bilingual Boarding School (BBS), Semarang, Jawa Tengah dan SMA Santa Laurensia, Serpong, Tangerang  Banten. (bdh/bdh)
Berita Terkait