Dalam pantauan detiksurabaya.com, Rendi masih terlihat memakai nafas buatan. Rendi tertembak di bagian dada saat terjadi kerusuhan di DPRD Kabupaten Mojokerto. Peluru yang bersarang di dada Rendi terkategori peluru tajam.
"Saya sedih sekali. Tolong jangan masuk ke ruangan, biar bisa beristirahat," kata
seorang perempuan agak tua yang mengaku sebagai kakak Rendi, di ruang Mawar II RSUD Wahidin Sudirohusodo, Sabtu (22/5/2010).
Dibanding sehari sebelumnya, saat ini kondisi Rendi mulai membaik. Menurut kakaknya, Rendi sudah bisa menggerak-gerakkan tangan. "Kalau kemarin matanya terlelap terus. Hari ini sudah bisa bergerak dan juga sudah terjaga," kata perempuan berbaju hijau tersebut.
Sementara Sri Astuti (49), korban patah tulang lainnya, masih dirawat di ruang Mawar III. Astuti terjatuh saat lari dari ruang Bagian Perlengkapan Pemkab Mojokerto. PNS ini panik saat melihat pengunjukrasa membakar mobil dan melempari kaca-kaca ruangan dengan bebatuan.
"Kemarin waktu terjadi kerusuhan, Mbak Astuti cukup panik dan semuanya memang panik. Karena terjatuh, akhirnya patah tulang," kata Yayuk (36), rekan Astuti yang bekerja sebagai PNS di Pemkab Mojokerto.
Sementara jumlah korban kerusuhan di gedung DPRD dan Pemkab Mojokerto sebanyak 9 orang, 8 di antaranya para pengunjukrasa. Dari jumlah itu, hanya Rendi yang masih dirawat di RS dengan penjagaan ketat polisi. Sedang lainnya ditahan di Polresta Mojokerto.
(fat/fat)











































