Pengacara Muslim Minta Polisi Bertindak Tegas

Pria Surabaya Mengaku Nabi

Pengacara Muslim Minta Polisi Bertindak Tegas

- detikNews
Rabu, 19 Mei 2010 19:33 WIB
Surabaya - Pengacara muslim meminta agar pihak kepolisian segera menindak nabi palsu yang meresahkan Tulungagung. Pasalnya, nabi palsu itu sudah termasuk dalam pidana penistaan agama Islam.

"Saya minta Polda Jatim segera bertindak dalam kasus ini. Nabi palsu ini jelas menistakan agama Islam," kata Koordinator Tim Pengacara Muslim Jatim, Fachmi Bahmid kepada detiksurabaya.com, Rabu (19/5/2010).

Pengacara yang kondang dalam kasus trio bom Bali itu menjelaskan, polisi harus bertindak cepat karena kasus ini berbeda dengan kasus biasanya. Karena pria yang mengaku nabi palsu itu telah meresahkan masyarakat secara meluas.

"Bila berita ini benar maka pria yang mengaku sebagai nabi itu harus segera ditangkap. Polisi harus bertindak cepat agar informasi ini tidak meresahkan masyarakat luas," tuturnya.

Fahmi takut pria yang mengaku nabi ini bila tetap belum ditangani bisa menjelekkan agama Islam dan sebaiknya diamankan dan segera diproses secara hukum. "Tindakannya sudah termasuk dalam tindak pidana penistaan dan penodaan terhadap agama Islam," tegasnya.

Warga di Desa/Kecamatan Ngantru, Tulungagung mengaku resah. Pasalnya Gatot Kusuma Wardana atau biasa disingkat GWK datang menyebarkan aliran baru dari agama Islam dan mengakui dirinya sebagai nabi untuk bangsa Indonesia.

Pengakuan nama oleh GKW tertuang dalam 4 selebaran yang dibagikan kepada sejumlah pengikutnya. Dalam selebaran yang dinamai 'SIRULLAH' tersebut, GKW menganggap dirinya sebagai nabi untuk bangsa Indonesia, dengan dasar ayat ke 4 dari Surat Ibrahim di Al-Qur'an.

"Allah tidak akan menurunkan rasul kecuali sesuai dengan bahasa kaumnya/bangsanya. Apabila bahasa kita adalah Bahasa Indonesia (Jawa), maka berdasarkan ayat tersebut jelas bahwa rasul kita adalah orang Indonesia. (Nabi Muhammad bahasanya Arab, Rasul bagi kaum/bangsa Arab)," bunyi cuplikan kalimat dalam 4 selebaran yang dibagikan GKW kepada pengikutnya.

(stv/wln)
Berita Terkait