GKW Bantah Dirinya Nabi dan Ajarkan Aliran Sesat

Pria Surabaya Mengaku Nabi

GKW Bantah Dirinya Nabi dan Ajarkan Aliran Sesat

- detikNews
Rabu, 19 Mei 2010 19:07 WIB
Surabaya - Pria asal Kebraon, Surabaya yang disebut-sebut mengaku sebagai nabi Bangsa Indonesia, dan meresahkan warga Tulungagung membantah tudingan itu.

Menurut Henry Rusdianto, kuasa hukum pria yang diketahui bernama Gatot Kusuma Wardana (GKW), kliennya tidak pernah mengaku atau mengajarkan ajaran yang berbeda dari Al-Quran. Menurutnya, kliennya hanya seorang guru mengaji biasa yang menyebarkan tentang kebenaran.

"Tidak benar. Selebaran yang dibuat sesuai dengan Al-Quran dan dibuat mengacu pada Al-Quran dan bisa dipertanggungjawabkan," kata Henry, saat berbincang dengan detiksurabaya.com, Rabu (19/5/2010).

Kabar yang mengatakan kalau kliennya mengajarkan ajaran diluar Al-Quran itu adalah kebohongan besar menurut Henry. Kliennya selama ini berkeliling untuk berbagi tentang ilmu agama.

"Itu kebohongan besar kalau ada yang mengatakan klien kami mengajarkan ajaran sesat," ungkapnya.

Rencananya, Gatot akan melaporkan beberapa nama yang dimuat di media cetak. Dia berencana melaporkan Suharminto seorang yang mengaku sebagai pengikutnya dan juga Wakil Ketua MUI Tulungagung, Ahmad Fathoni ke Polda Jatim. Sebab menurut Gatot itu adalah pencemaran nama baik.

"Saya dan klien saya (Gatot,red) akan melapor ke Polda Jatim," tandasnya.

Sementara itu Gatot Kusuma Wardana yang disebut-sebut mengaku nabi mengatakan kalau hal tersebut tidak benar. "Itu sama sekali tidak berdasar benar," ujarnya singkat.

Warga di Desa/Kecamatan Ngantru, Tulungagung mengaku resah. Pasalnya Gatot Kusuma Wardana atau biasa disingkat GWK datang menyebarkan aliran baru dari agama Islam dan mengakui dirinya sebagai nabi untuk bangsa Indonesia.

Pengakuan nama oleh GKW tertuang dalam 4 selebaran yang dibagikan kepada sejumlah pengikutnya. Dalam selebaran yang dinamai 'SIRULLAH' tersebut, GKW menganggap dirinya sebagai nabi untuk Bangsa Indonesia, dengan dasar ayat ke 4 dari Surat Ibrahim di Al-Qur'an.

"Allah tidak akan menurunkan rasul kecuali sesuai dengan bahasa kaumnya/bangsanya. Apabila bahasa kita adalah Bahasa Indonesia (Jawa), maka berdasarkan ayat tersebut jelas bahwa rasul kita adalah orang Indonesia. (Nabi Muhammad bahasanya Arab, Rasul bagi kaum/bangsa Arab)," bunyi cuplikan kalimat dalam 4 selebaran yang dibagikan GKW kepada pengikutnya. (wln/wln)
Berita Terkait