"Belum. Kita masih menunggu tim labfor dari Polda Jatim. nanti akan dicek tim labfor," kata Kasat Lantas Polres Blitar, AKP Dwi Waluyo, saat dihubungi detiksurabaya.com, Rabu (19/5/2010).
Ketika ditanya penyebab kecelakaan bus masuk jurang itu, Dwi tidak berani memastikannya. "Kita belum tahu mas. Kita masih memintai keterangan saksi korban
yang selamat seperti kernet atau penumpang yang selamat lainnya. Nanti kita juga akan memintai keterangan ahli seperti dari labfor," ujarnya.
Dwi menambahkan, meski bus belum dievakuasi, tidak akan menarik perhatian pengendara lainnya maupun mengganggu arus lalu lintas. Namun, beberapa anggotanya masih berada di lokasi kejadian untuk menunggu kedatangan tim labfor. "Tidak akan menganggu arus lalu lintas, karena di daerah tersebut sepi," jelasnya.
Sebelumnya, bus pariwisata yang membawa 50 penumpang TK PGRI 2 dan orang tuanya asal Desa Papungan, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, rekreasi ke Pantai Tambakrejo.
Namun saat melintas di kawasan Desa Kampungledok Tambakrejo, Kecamatan Wonotirto, bus tak kuat menanjak hingga masuk jurang sedalam 200 meter, sekitar pukul 17.00 WIB, Selasa (18/5/2010). Akibatnya 7 tewas, 2 luka berat dan 25 orang luka ringan. (roi/bdh)










































