Tubuh korban ditemukan tergantung seutas kain selandang di kandang kambing milik
orangtuanya di Desa/Kecamatan Tegaldelimo, Banyuwangi, Selasa (18/5/2010). Tubuh pegawai Perhutani yang menjabat sebagai mandor tersebut ditemukan pertama kali oleh Yanto, tetangga sebelah rumah.
Sebelum ditemukan tewas, korban sempat makan malam yang dihidangkan oleh orangtuanya. Saat itu korban sedang bertandang kerumah orangtuanya yang berjarak
beberapa kilometer dari rumahnya. Seusai makan malam, korban terlihat keluar rumah.
"Dikira beli rokok di tokonya Pak Yanto, karena terlihat melangkah ke sana," kata
Kanit Reskrim Polsek Tegaldelimo, Aiptu Sunardi, kepada wartawan di kantornya, Selasa (18/5/2010).
Karena tak kunjung terlihat, warga melakukan pencarian. Hingga akhirnya tubuh
korban ditemukan dalam posisi leher terlilit seutas kain selendang di kandang kambing samping rumah orangtuanya.
Untuk memastikan penyebab kematiannya, polisi memeriksa jasad korban. Hasilnya, korban diduga tewas akibat murni aksi bunuh diri. Diduga aksi nekad tersebut dipicu dari keinginan Saroh, istri korban, untuk bekerja sebagia TKI di luar Negeri. Semenjak itu, korban terlihat sering murung dan melamun.
"Korban tidak setuju istrinya jadi TKI," tandas Aiptu Sunardi.
(fat/fat)










































