Desa-desa yang tergenang yakni Desa Sandingroro, Simo, Mojo, Kenongosari dan Glagahsari di wilayah Kecamatan Soko, Desa Kanorejo, Karangtinoto dan Ngadirejo di Kecamatan Rengel, Desa Kebomlati, Kecamatan Plumpang; Desa Patihan dan Ngadipuro di Kecamatan Widang.
Ketinggian air di permukiman warga berkisar 15 cm hingga 30 cm. Sedangkan di wilayah persawahan padi yang baru tanam sekitar 2 minggu terakhir mencapai 1 meter. Jika kondisi air tak segera surut dalam seminggu ke depan, warga memperkirakan ribuan hektar tanamannya bakal puso.
Sejumlah petani yang ditemui menyebutkan, banjir mendadak ini tak pernah diperkirakan sebelumnya, karena bulan Mei ini sudah memasuki musim kemarau. Namun demikian, curah hujan yang terjadi di wilayah hulu (di kawasan Kabupaten Ngawi dan Kabupaten Salatiga-Jawa Tengah) menyebabkan air bengawan meluber.
"Banjir ini benar-benar diluar perhitungan kami, kami terlanjur menabur benih dan sebagian juga sudah tandur. Kalau air ini tidak segera surut bisa-bisa padi kami mati semua," kata Sutomo (47), seorang petani yang ditemui detiksurabaya.com di Desa Kanorejo, Kecamatan Rengel, Tuban, Senin (17/5/2010) siang.
Kondisi mengenaskan justru terjadi di wilayah Desa Ngadirejo, Rengel. Dua dusun di desa ini yakni, Dusun Tangsari dan Jetis, lokasinya di bibir bengawan, telah direndam air. Air meluber kemana-mana hingga hampiur seluruh rumah penduduk tergenang.
Hal serupa juga terjadi di wilayah Desa Kebomlati, Kecamatan Plumpang. Desa ini menjadi langganan banjir jika air bengawan meluap, karena lokasinya berada di dalam tanggul bengawan. Akibatnya, meskipun desa-desa lain belum tergenang karena air tak belum melompat tanggul, namun di Kebomlati justru telah direndam dahulu.
Sedangkan di wilayah Widang, air telah meluber ke persawahan dan sebagian pemukiman penduduk di Desa Patihan dan Ngadipuro. Hampir seluruh sawah di dua desa ini telah direndam air yang datang mendadak tersebut.
"Saya heran musim kemarau gini kok ya masih saja ada air datang. Biasanya kalau sudah bulan Mei seperti ini tidak ada banjir mas," kata Risman di samping sejumlah warga yang ditemui di Desa Patihan, Kecamatan Widang, Tuban secara terpisah.
Warga memperkirakan luberan air Bengawan Solo bakal makin meninggi. Apalagi mendung sejak tebal sudah bergelayut di wilayah Kabupaten Bojonegoro dan Tuban. Bahkan, kabar dari warga di wilayah Ngawi dan Solo, saat ini juga terjadi mendung.
(fat/fat)










































