"Saya bersama RT sudah mendatangi rumah Suryati, kita bertiga sudah membicarakan kasus yang dianggap kelahiran anaknya ajaib," kata Kepala Desa Sukosewu Uki kepada detiksurabaya.com saat dihubungi, Senin (17/5/2010).
Namun pertemuan tertutup berlangsung 30 menit di rumah Suryati Desa Sukosewu, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Minggu (16/5/2010) malam ini tidak membuahkan hasil. Suryati tetap bersikukuh bahwa bayi yang dilahirkan adalah tanpa diketahui ada kehamilan.
Padahal fakta-fakta medis, jelas Uki, menunjukkan Suryati hamil normal, mengandung 9 bulan dan tidak ada hal aneh terhadap kelahiran anak ketiga Suryati. Pertemuan tertutup yang tidak membuahkan ini pun akan dikoordinasikan dengan pihak kepolisian.
"Hari ini rencananya, perangkat desa akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Sebelumnya kami juga sudah membicarakan secara informal dan akan kita tindak lanjuti hari ini," jelas Uki.
Sebelumnya seorang wanita, Suryati (37) asal Desa Sukosewu, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar melahirkan tanpa proses hamil. Tiba-tiba Jumat (7/5/2010) saat akan tidur sekitar pukul 20.40 WIB perutnya membesar, sakit dan melahirkan seorang bayi laki-laki.
Bidan yang datang ke rumah setelah dijemput keluarga Suryati hanya memotong tali pusar tanpa ada darah seperti proses melahirkan pada umumnya.
(fat/fat)










































