2010-2015. Dua orang diamankan setelah kedapatan membagi-bagikan uang ke warga dibarengi ajakan memenangkan pasangan calon tertentu.
Informasi yang dihimpun detiksurabaya.com menyebutkan, orang pertama yang diamankan adalah Suyanto, warga Desa Kauman, Kecamatan Gurah. Dia ditangkap tim
pemenangan pasangan Haryanti Maskuri sebelum membagikan uang ke tetangganya dibarengi ajakan memenangkan pasangan Sunardi - Sulaiman Lubis.
Dari temuan tersebut Suyanto langsung diamankan di Sekretariat PPK dan Panwascam
Gurah, meski akhirnya dilepas sementara dengan alasan kesibukan kerja.
"Sebelumnya sudah saya peringatkan, karena dia itu Ketua RT. Eh nggak tahunya dia nekat dan pagi tadi sekitar jam 5 saya tangkap dia di depan rumahnya," ujar Bowo, anggota tim pemenangan pasangan Haryanti - Maskuri, saat ditemui wartawan di PPK Kecamatan Gurah, Rabu (12/5/2010).
Di lokasi yang sama, selang 30 menit juga diamankan orang kedua yang juga kedapatan membagi-bagikan uang ke masyarakat. Dia adalah Khusnul Khotijah (25), warga Desa Kauman, Kecamatan Gurah. Dia diamankan Sugiman, petugas Perlindungan Masyarakat di TPS 05, desa setempat.
Dari tangannya ditemukan 23 amplop berisi uang Rp10 ribu dalam pecahan 5 ribuan.
Meski begitu dengan alasan kondisinya sedang hamil tua, Khusnul kembali dilepaskan dan menjalani pemeriksaan di rumahnya. Dan dia mengaku hasil pekerjaan tersebut dijalankan atas perintah tim pemenangan pasangan Sunardi - Sulaiman Lubis.
"Tadi pagi pas saya mau berangkat ke TPS, nggak sengaja saya temukan dia keluar masuk rumah warga. Setelah saya desak ternyata sedang membagikan uang dan saat itu juga langsung saya amankan," jelas Sugiman kepada wartawan.
Secara terpisah Ketua Panwaslukada Kabupaten Kediri Muntoha, mengaku belum mendapatkan laporan terkait temuan money politic tersebut. Meski demikian, pihaknya diakui siap memproses temuan tersebut ke ranah pidana.
"Kalau money politic jelas pidana. Tapi penanganannya kami akan tunggu laporan dari
Panwascam, yang saat ini mungkin sedang lakukan klarifikasi di lapangan," papar
Muntoha melalui telepon seluler.
(fat/fat)










































