Pasangan yang bertarung Sunardi-Sulaiman Lubis, yang diusung Demokrat, PKB, PBB dan PKS. Nurlaila-Turmudi Abror, yang dijagokan PAN, Gerindra dan 5 partai non parlemen, serta Haryanti-Maskuri yang diusung koalisi PDIP, Golkar, PKNU, PPP dan PBR.
Yang menariknya dua istri Bupati Kediri Sutrisno, Haryanti dan Nurlaila bertarung menggantikan posisi suaminya.
Pantauan detiksurabaya.com, Haryanti sebagai istri sah dari Bupati Sutrisno menggunakan hak pilihnya di TPS 05, Dusun Katang, Desa Sukorejo, Kecamatan Ngasem. Haryanti datang ke TPS didampingi suaminya, Sutrisno. Petugas KPPS mengizinkannya menggunakan hak pilih lebih awal, tanpa harus mengantri seperti pemilih lainnya.
Usai mencoblos, Haryanti mengaku optimis akan bisa menggantikan suaminya pada posisi Bupati Kediri periode 2010-2015. Berbagai upaya diakuinya telah dilakukan, dan apapun hasil akhir diserahkan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
"Sampai tadi malam saya terus dirumah dan berdoa, semoga apa yang terjadi hari ini merupakan yang terbaik," katanya singkat.
Haryanti jmengaku siap menerima kekalahan, apabila memang masyarakat Kabupaten Kediri tidak menghendakinya menjadi bupati. "Tapi saya dan tim masih sangat optimis hari ini bisa menang," ungkapnya.
Sementara Nurlaila yang tercatat sebagai istri siri dari Bupati Kediri menggunakan hak pilihnya di Desa/Kecamatan Wates yang tak jauh dari tempat tinggalnya. Sementara kandidat lainnya, yaitu Sunardi dijadwalkan menggunakan hak
pilihnya di Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare.
Pemilihan Bupati Kediri tahun ini diikuti 1.173.325 pemilih. Mereka akan menggunakan hak pilihnya di 2.600 TPS yang tersebar di 26 kecamatan.
(wln/wln)










































