Pendakian ke puncak Semeru ditutup demi perbaikan ekosistem sejak akhir tahun 2009. Dan diperpanjang kembali karena aktivitas vulkanik gunung tertinggi di Pulau Jawa meningkat di bulan Maret 2010.
"Pendakian ke Semeru dibuka setelah ada masukan dari SAR Lumajang dan Badan Vulkanologi, Geologi dan Mitigasi Bandung," kata Kepala Bidang Pengelolahan Taman Nasional Wilayah II Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Ir Anggoro kepada detiksurabaya.com saat dihubungi, Selasa (11/5/2010).
Pendakian hanya dibatasi sampai kalimati, karena masih rawan terjadi longsor. Apalagi sejumlah tanda dan rambu pendakian hilang menuju puncak Jonggring Saloko. Badan Vulkanologi Bandung punĀ mengimbau jika Gunung Semeru rawan memuntahkan material vulkanik sejauh 500 meter.
"Selain itu Cemoro tunggal untuk tanda turun dari puncak, sekarang sudah tidak ada karena tumbang diterjang badai," tutur Anggoro.
Sebelum pendakian dibuka, tim SAR Lumajang dan tim Balai TNBTS (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru) terlebih dulu membersihkan dan melakukan pembenahan jalur pendakian Gunung Semeru akhir April 2010.
"Besok pendakian dibuka untuk umum, namun pendaki harus melapor dulu ke Pos Ranupae," pungkas Anggoro.
(fat/fat)











































