Pesanggaran, Banyuwangi, ditemukan tergantung dengan kain selendang. Tubuh Tukijem ditemukan pertama kali oleh anak sulungnya, Tuyem (35), tergantung di kamar belakang rumahnya.
Meski dipastikan penyebab kematiannya, namun polisi masih kesulitan mengungkap motif bunuh diri Tukijem. Pasalnya, tak satupun keterangan anggota keluarga korban yang mengarah pada pembenaran aksi nekat korban.
"Sakit juga enggak, masalah keluarga juga tidak, kalau pikun iya," jelas Kanit Reskrim Polsek Pesanggaran, Aiptu Semiyanto, kepada detiksurabaya.com di lokasi, Senin (10/5/2010).
Untuk sementara polisi menyimpulkan jika korban nekat bunuh diri karena pikun yang
dideritanya. Sebelumnya korban sempat terlihat belanja keperluan dapur di toko peracangan sebelah rumahnya.
Korban yang tinggal bersama dua anaknya terlihat sibuk mondar-mandir. Tidak ada yang tahu pasti kapan korban menghabisi dirinya sendiri. Sebab saat itu, kedua anak korban sedang sibuk bekerja di luar rumah.
Di lokasi kejadian polisi menemukan kantong jerigen kapasitas 20 liter yang tergeletak di bawah posisi korban tergantung. Diduga jerigen tersebut dipakai untuk memuluskan aksi bunuh diri.
"Diperkirakan korban naik dulu ke jerigen, lantas menjerat lehernya dan menendang jerigen hingga tergantung," tandas Semiyanto.
Dua hari sebelum tewas, korban diketahui nyaris kehilangan nyawanya setelah hanyut terbawa arus sungai dusun setempat sejauh 200 meter. Namun nyawanya diselamatkan oleh warga yang berhasil menolongnya.
(fat/fat)










































