Keduanya kini dirawat di ruang teratai RSU dr Abdoer Rahem Situbondo. Hingga saat ini kondisi keduanya memprihatinkan. Mereka tergantung dengan oksigen dan jarum infus tampak menancap di pergelangan tangan keduanya yang belum sadarkan diri.
Keterangan medis yang diperoleh dari tim dokter, keduanya positif menderita meningitis. Salah satu efek penyakit itu bisa dilihat dari kondisi batok kepala yang membesar. Efek lainnya penderita juga tidak bisa menerima asupan makanan sehingga berpengaruh terhadap kesehatan tubuhnya.
Hikmatul misalnya, balita yang ditinggal meninggal dunia ibunya hanya memiliki berat badan sekitar 7 kg. Sedangkan Jamilatus yang diketahui anak dari pasangan Siti Aminah (48) dan Suyoto (50) juga memiliki barat badan sekitar 8 kg.
"Ini sudah bawaan sejak lahir pak, dulu pernah saya rawat dirumah sakit tetapi kondisi masih tidak ada perubahan. Walapun biaya pengobatannya gratis kami justru bingung masalah biaya hidup selama di rumah sakit," terang Siri Aminah kepada detiksurabaya.com, Senin (10/5/2010).
Hal serupa juga dirasakan Paman Hikmatul, Sony. Pria itu terpaksa merawat Hikmatul karena ibunya meninggal, sementara ayahnya sudah menikah lagi. "Saya kasihan saja soalnya dia yatim piatu," ujar Sony.
Pihak rumah sakit menerangkan, berat badan tidak normal yang dialami kedua pasien meningitis ini merupakan pengaruh penyakitnya. "Selama 2 tahun ini penderita sudah kehilangan gairah untuk minum susu dan makan, akibatnya kondisi tubuh semakin melemah," terang Humas RSU, Indarto saat ditemui detiksurabaya.com.
Indarto menjelasakan, keduanya sudah dirawat sejak bulan April lalu. Jika tidak mendapat penanganan medis, meningitis bisa berakibat fatal bahkan menyebabkan kematian terhadap si penderita. (fat/fat)










































