Jembatan Putus, 8 Desa di Trenggalek Terisolir

Jembatan Putus, 8 Desa di Trenggalek Terisolir

- detikNews
Sabtu, 08 Mei 2010 18:16 WIB
Trenggalek - Tiga hari pasca banjir bandang yang menerjang Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek, kondisi memprihatinkan masih dialami warga yang menjadi korban. Terutama oleh sedikitnya 1.000 orang di 8 desa. Mereka hingga saat ini masih terisolir, setelah satu-satunya jembatan penghubung putus dan tak dapat digunakan.

Informasi yang berhasil dihimpun detiksurabaya.com menyebutkan, jembatan yang putus total adalah Jembatan Bangur di Desa Karangturi. Akibat ikut diterjang banjir bandang, jembatan dengan panjang hampir 100 meter dan lebar 6 meter tersebut, saat ini hancur dan tak bisa dimanfaatkan sebagai fasilitas penyeberangan.

Sementara untuk 8 desa yang terisolir adalah Desa Tawing, Karangturi, Masaran, Munjungan, Bendoroto, Ngadipuro, Ngampiran dan Besuki. Untuk bisa berinteraksi dengan warga di luar desanya, warga terpaksa harus menyeberang sungai dengan jalan kaki, meski sisa lumpur endapan banjir juga masih tersisa.

Kepala Bagian Humas Pemkab Trenggalek Yoso Mihardi, membenarkan masih rusaknya Jembatan Bangur. Meski demikian, dia menolak anggapan seribusn warga di 8 desa terisolir, karena di Desa Tawing diakui terdapat jalur alternatif untuk bisa menuju ke lokasi lain diluar Kecamatan Munjungan.

"Kalau mau berputar 4 sampai 5 kilometer ada jalur alternatif. Disana juga ada jembatan, meski ukurannya juga sangat kecil," sanggah Yoso, saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Sabtu (8/4/2010).

Lebih lanjut Yoso menambahkan, putusnya Jembatan Bangur juga menjadikan jalur alternatif menuju Kabupaten Pacitan turut lumpuh.

Untuk mengatasi kerusakan di Jembatan Bangur yang didirikan tahun 1997 silam, Pemkab Trenggalek diakui akan segera mendatangkan jembatan bally (darurat) dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Menurutnya, upaya tersebut sesuai dengan instruksi dari Gubernur Jatim Soekarwo melalui Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf, yang sehari kemarin datang meninjau lokasi.

"Minggu mendatang jembatannya diharapkan sudah datang. Ini instruksi gubernur, yang disampaikan melalui wagub, dengan disertai harapan perekonomian juga segera kembali bangkit," pungkas Yoso.

Sebelumnya, 5 desa di Kecamatan Munjungan diterjang banjir bandang, sebagai akibat meluapnya mata air di Gunung kembar. Selain merendam ribuan rumah, bencana tersebut juga merenggut 4 korban jiwa.

(bdh/bdh)
Berita Terkait