"Pembuatan batu bata dengan bahan campuran abu lebih murah biaya produksinya mulai bahan Dustnya dan pembakaran juga lebih cepat karena ringan dan cepat kering saat penjemuran," kata Nina Milasari (17) kelas XI, salah satu pencipta bata tahan gempa, saat berbincang dengan detiksurabaya di sekolahnya, Jumat (7/5/2010).
Menurut Nina, untuk biaya pembuatan batu bata tahan gempa, dalam 1.000 batu bata, biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 160 Ribu, dan dijual dipasaran dengan harga Rp 350 ribu. Makan laba yang didapat sebesar Rp 190 ribu.
Sedangkan batu bata biasa dipasaran untuk 1.000 bata membutuhkan biaya Rp 172 Ribu, dan dijual dengan harga yang sama Rp 350 ribu. Maka laba yang didapat Rp 178 ribu. Dengan begitu terdapat selisih keuntungan sebesar Rp 12 ribu.
Komposisi pembuatan batu bata tahan gempa yakni, 15 % dust atau abu limbah pabrik gula, dan 85 % tanah liat. Dari hasil penggabungan ini, maka batu bata tersebut mampu menahan beban 91831,56 Pa.
(bdh/wln)











































