Kericuhan dalam kegiatan debat terjadi saat salah seorang pengunjung mendadak melempar air mineral ke arah panggung, sebagai buntut sikap istri tua Bupati Kediri Haryanti, yang menolak berjabat tangan dengan 2 kandidat lain, termasuk madunya Nurlaila.
Meski air mineral yang dilempar tidak mengenai salah seorang calon bupati, kejadian itu sempat membuat suasana pelaksanaan debat menjadi ricuh. Kegiatan debat digelar di Gedung Serbaguna Hotel Bukit Daun, Jalan Argowilis, Desa/Kecamatan Semen, Jumat (7/5/2010).
"Tangkap-tangkap," teriak Ketua DPRD Kabupaten Kediri Erjik Bintoro, ditindaklanjuti
aparat kepolisian, meski juga gagal menemukan pelaku pelemparan.
Perang dingin dengan menolak jabat tangan sebelumnya juga terjadi diantara 2 istri bupati Kediri. Tepatnya saat proses penyampaian visi misi, Sabtu (24/4/2010). Saat itu Haryanti juga menolak berjabat tangan dengan Nurlaila dan memilih meninggalkan Gedung DPRD sebagai tempat kegiatan melalui pintu alternatif.
Untuk pelaksanaan debat sendiri berlangsung landai. Keputusan KPUD Kabupaten Kediri
menggelar kegiatan tersebut tanpa ada tanya jawab diantara pasangan, menjadikan suasana debat landai dan terkesan seperti pemaparan visi dan misi pasangan calon bupati dan wakil bupati.
"Yang namanya debat seharusnya kan ada saling menimpali, tidak seperti ini. Bagi saya ini bukan debat, tapi penajaman visi misi yang sebelumnya sudah juga kami lakukan," keluh Sunardi, calon bupati dari koalisi Demokrat, PKB, PBB dan PKS.
Meski kecewa, Sunardi mengaku tidak bisa menolak keputusan KPUD. Jawaban yang sama juga disampaikan Nurlaila, calon bupati dari koalisi PAN, Gerindra dan 5 partai non parlemen.
"Nanti kalau nggak patuh apa yang diputuskan KPU, saya khawatir menjadi contoh buruk masyarakat. Keadaan di Kabupaten Kediri seperti ini, ya diterima saja," ujarnya.
Sementara istri tua Bupati Kediri Haryanti, tidak bisa dikonfirmasi terkait penilaiannya atas pelaksanaan debat. Wartawan yang berusaha mendekat langsung dihalau oleh barisan pengawalnya, yang terdiri dari Satgas PDIP dan sejumlah personel Satpol PP Kabupaten Kediri.
Secara terpisah Ketua KPUD Kabupaten Kediri Agus Edi Winarto, menanggapi dingin keluhan pelaksanaan debat yang dinilai landai. Menurutnya, semua yang terjadi dalam
debat sudah menjadi kesepakatan bersama antara KPUD, polisi, TNI dan seluruh elemen tim pemenangan pasangan calon. Edi menambahkan, KPUD memang sengaja menata
pelaksanaan debat tanpa adanya saling tanya diantara kandidat, guna menghindari adanya kemungkinan saling menjatuhkan.
"Semua yang menjadi pertanyaan calon dan masyarakat sudah kami wakil-kan ke panelis. Ini kami lakukan bukan tanpa alasan, karena kami tidak ingin bentuk kampanye yang kami fasilitasi ini menjadi ajang saling mencemooh dan menjatuhkan," tegas Agus.
(fat/fat)










































