Berhari-hari Hilang, Siswi SD di Malang Ditemukan

Diduga Diculik

Berhari-hari Hilang, Siswi SD di Malang Ditemukan

- detikNews
Jumat, 07 Mei 2010 11:57 WIB
Berhari-hari Hilang, Siswi SD di Malang Ditemukan
Malang - Setelah menghilang 6 hari, MD (13), siswi SD Kristen Pamerdi Kebonagung, Malang kembali ke pelukan keluarganya.

MD diantar oleh seorang pria bernama Iwan. Sebelumnya Iwan menelepon pihak keluarga MD dan meminta bertemu di halte bus di depan PT Pindad Turen.

Orang tua MD kemudian langsung meluncur ke lokasi yang ditetapkan Iwan. Namun orang tua MD tak sendiri, mereka membawa petugas kepolisian. Sampai di lokasi yang ditetapkan Iwan langsung diringkus pihak kepolisian untuk dimintai keterangan. MD ditemukan pada Kamis (6/5/2010) sore.

Untuk memastikan kondisi MD, keluarga membawanya ke rumah sakit untuk di visum. "Saya ajak visum dan menjalani pemeriksaan diPolres Malang," kata Alnanik Puronomowati (40), ibu kandung MD saat berbincang dengan wartawan di rumahnya, Jumat (7/5/2010).

Warga Jalan Raya Genengan Gang II, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, ini menjalani visum dengan diantar Mulyono (50), ayah kandungnya serta petugas Unit Penyidikan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Malang.

Menurut pengakuan Iwan, kata Mulyono, putri kelima dari enam bersaudara ini ditemukan di pinggir jalan pada Minggu (2/5/2010), siang. Sejak itu korban ditampung di rumah Iwan di kawasan Dampit hingga tidak bisa mengikuti Ujian Akhir Sekolah (UAS).

"Menurut Iwan selama itu dirinya tidak berbuat apa-apa kepada anak saya, hanya mencium saja," ungkap Mulyono.

Mulyono mengaku dirinya bersama keluarga bersyukur MD ditemukan. Namun, karena khawatir atas kondisi korban, keluarga mengajaknya untuk menjalani visum. "Semoga tidak terjadi apa-apa," harap Mulyono yang bekerja sebagai sopir ini.

Seperti diberitakan, MD (13), siswi kelas VI SD Kristen Pamerdi Kebonagung, Malang, diduga menjadi korban penculikan oleh seorang lelaki dan perempuan, ketika mengunjungi pasar malam di kawasan Pabrik Gula (PG) Kebonagung, Pakisaji, Sabtu (1/5/2010).

Telpon seluler yang dibawa MD aktif. Tapi komunikasi secara langsung tak dapat dilakukan. Pihak keluarga menerima kabar dari seorang laki-laki yang meminta kedua orang tua MD mendatangi halte bus depan PT Pindad.

(wln/wln)
Berita Terkait