Siswi SD di Malang Diduga Diculik

Siswi SD di Malang Diduga Diculik

- detikNews
Kamis, 06 Mei 2010 18:30 WIB
Siswi SD di Malang Diduga Diculik
Malang - Maria Magdalena Desi (13), siswi SD Kristen Pamerdi Kebonagung, Malang sudah enam hari menghilang dari rumah. Keberadaan gadis cilik itu tak diketahui keluarganya.

Diduga kuat pelajar duduk di bangku kelas VI ini menjadi korban penculikan. Keyakinan ini berdasarkan keterangan dari dua rekan sepermainannya Lia (12) dan Ifa (12).

Menurut dua bocah itu, putri kelima dari enam bersaudara ini mendadak hilang setelah berkenalan dengan seorang pemuda bernama Iwan yang mengaku warga Landungsari, Kota Malang, saat mengunjungi pasar malam di kawasan Pabrik Gula (PG) Kebonagung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Sabtu (1/5/2010), petang.

"Kata dua temannya itu, Desi diajak keliling ke arena pasar malam pemuda yang membawa motor Mio. Kemudian mendadak datang seorang perempuan yang memaki korban, yang menuduh telah merebut pacarnya. Tak hanya itu korban dibawa ke tempat sepi dan kemudian hilang jejaknya," kata Nanik ditemui di rumahnya Jalan Raya Genengan Gang II Baru RT 1 RW 2, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Kamis (6/5/2010).

Ibu enam anak ini telah melaporkan kasus ini ke Polres Malang. Namun, sampai kini belum ada kejelasan tentang penyelidikan polisi. Nanik mengaku resah karena anaknya tidak dapat mengikuti Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN).

Nanik wanita ini biasa dipanggil mengaku tidak mengetahui kepergian anaknya ke pasar malam. Sebelum berangkat bersama dua temannya itu, Maria berpamitan akan ke tempat pengembangan anak di Sukun, Kota Malang. "Saya yakin diculik oleh pemuda itu. Mungkin sudah merupakan sindikat," ungkapnya

Kabar terakhir Desi berdasarkan pengakuan seseorang yang mengaku telah menemukan keberadaan putrinya di wilayah Dampit. "Ada lelaki menelpon, bahwa anak saya sekarang berada di Dampit. Orang itu mau ketemu dengan kami sebagai orang tua secara empat mata," tutur Nanik.

Nanik mengatakan seraya merekam telepon seluler anaknya masih aktif. "Telponnya aktif, tapi tidak diangkat saat ditelpon. Kami telah laporkan kepada polisi tentang informasi Desi berada di Dampit," ujarnya.

Secara terpisah, Lia (12), salah satu saksi mata menuturkan, bahwa dirinya ketakutan ketika diancam seorang perempuan yang mengaku pacar Iwan. Mereka memilih menjauh dari lokasi korban berada. "Kami takut karena diancam, jadi kami pilih pergi dan pulang," pungkasnya.
(wln/wln)
Berita Terkait