Lomba yang digelar 19-22 Mei 2010 ini, diikuti oleh 106 kontestan dari 45 negara.
Dua siswi yang akan mewakili sekolahnya, yakni Nina Milasari (17) kelas XI IPA 2 dan Christina Kartini (15) kelas X.8. Kedua siswi ini mengaku senang, karena proposal yang dikirimkan dengan judul 'The Use of Sugar Factory Dust in Making Seismic Resistance Bricks' (Penggunaan limbah pabrik gula dalam pembuatan bata bata tahan gempa), terpilih sebagai salah satu finalis.
"Kita mendaftar via internet dan alhamdulillah kita yang belum pernah ikut di tingkat nasional, kok langsung bisa masuk finalis tingkat internasional. Kita sangat harap dukungannya," jelas Nina, saat ditemui di sekolahnya, Rabu (5/0/2010).
Batu bata tahan getaran gempa ciptaan dua pelajar Kota Brem ini, terbuat dari tanah dan campuran abu asap proses pembakaran pabrik gula yang belum dimanfaatkan di Kota Madiun.
Kenapa menggunakan abu asap pembakaran di pabrik gula, menurut Nina karena, abu asap tersebut mengandung silikat atau silikon dioksida (SiO2) yang dapat memperkuat batu bata dari getaran gempa.
"Kita lakukan penelitian dari awalnya abu asap kita gunakan untuk briket untuk bahan bakar, ternyata juga mengandung silikat yang fungsinya untuk perekat dan kita inisiatif buat batu bata. Hasilnya lebih ringan dan kuat. Sudaj kita uji," ujar Nina.
Nina berharap, temuan mereka batu bata tahan gempa ini nantinya bisa menang dalam lomba tersebut, dan nantinya dapat diterapkan di negara-negara yang sering terjadi gempa seperti Jepang. (bdh/bdh)











































