Akibatnya jalan arah menuju alun-alun Kota Jember, Rabu (5/5/2010) ditutup. Hal itu berakibat pada kemacetan lalu lintas di sejumlah titik.
Massa pengunjuk rasa memprotes pidato bupati Jember yang di dalamnya ada contoh bahwa Nabi muhammad sombong.
Salah seorang pengunjuk rasa, KH SYaiful Rizal, mengatakan perkataan seperti itu seharusnya tidak keluar dari mulut seorang bupati. "Bupati Djalal keluarlah, bertobatlah dan minta maaf kepada warga Muslim," kata Syaiful.
Aksi itu terpusat di simpang tiga depan pendopo yang juga berseberangan dengan alun-alun Kota Jember. Warga terus berdemo di bawah terik matahari. Demo sempat diwarnai dengan aksi saling dorong antara pendemo dan polisi yang berjaga.
Aksi saling dorong itu hanya terjadi beberapa menit, dan massa kembali tenang. Aksi sempat berhenti saat adzan dhuhur, dan kini aksi masih terus berlangsung.
Sedikitnya 600 personel polisi menjaga aksi ratusan orang itu.
Pernyataan Djalal yang memicu demo itu, ketika bupati Jember itu memberi contoh ketauladanan Nabi Muhammad yang memilih memberikan sepiring nasinya kepada orang yang kelaparan, meski dia sendiri lapar. perbuatan itu disebut Djalal sebagai perbuatan yang sombong, namun sombong untuk kebaikan. (bdh/bdh)










































