"Benar, ada salah satu tahanan titipan Polres yang melarikan diri," kata Kepala Pengamanan Rutan, Agung Hascahyo kepada wartawan Senin (3/5/2010).
Kaburnya residivis itu diketahui pukul 03.30 WIB, Minggu (2/5/2010) dini hari. Saat dilakukan kontrol setengah jam sebelumnya, Agus masih berada di kamarnya.
Warga Desa Bugelan, Kecamatan Kismantoro, Wonogiri, Jawa Tengah ini diduga menggunakan jeda waktu kontrol untuk kabur. Caranya dengan naik ke atas lemari pakaian dan merusak langit-langit.
Untuk meloloskan diri pelaku diduga naik ke dinding penjara dan turun ke jalan menggunakan sehelai kain sarung. "Sebenarnya, setiap jam petugas selalu melakukan kontrol ke ruang tahanan," ungkap Agung.
Diakui Agung, kondisi rutan memang kurang layak. Selain sudah tua, fasilitas penunjang pengamanan juga minim. Ia mencontohkan, pada bagian atap masing-masing kamar tahanan seharusnya dipasang bilah-bilah besi untuk mencegah penghuni rutan melarikan diri. Namun fasilitas itu tidak ada.
Jumlah petugas jauh dari mencukupi. Di Rutan Klas II B itu hanya terdapat 32 orang personel. Tugasnya bervariasi, mulai administrasi hingga pengamanan. Saat ini, jelas Agung pihak rutan berkerjasama denganĀ Sat Reskrim Polres Pacitan memburu pelaku.
Informasi yang dihimpun detiksurabaya.com, Agus Setiawan pernah mendekam di rutan Pacitan selama 10 bulan setelah divonis bersalah dalam kasus pencurian. Pria 25 tahun itu bebas pada 19 Februari lalu.
Agus juga pernah mendekam di rutan Ponorogo karena terlibat pencurian kendaraan bermotor. Ia kembali berurusan dengan hukum setelah mencuri motor milik warga Kecamatan Arjosari, Pacitan.
(wln/wln)











































