Rata-rata rumah yang rusak ini akibat tertimpa pohon yang roboh akibat dihantam puting beliung. Data yang dihimpun, dua rumah itu adalah milik Ibu Syamsu (60) Pak Aan (30), keduanya warga Desa Tanjung Glugur, Kecamatan Mangaran. Sebuah selep yang atapnya terhempas angin diketahui milik Zulhaq.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut. Sebab, pada saat kejadian, kondisi rumah dalam keadaan kosong ditinggal pemiliknya berkerja ke sawah. Kerugian akibat bencana tersebut ditaksir mencapai belasan juta rupiah.
"Untung waktu kejadian saya sedang mengarit rumput di sawah. Yang membuat saya bingung saya mau tinggal dimana, karena ini rumah milik saya satu-satunya," ujar Ibu Syamsu, saat berbincang dengan detiksurabaya.com.
Atap rumah janda tua ini rusak parah setelah tertimpa pohon di samping rumahnya yang roboh akibat diterpa angin. Dia berharap agar pemerintah segera memberi bantuan kepadanya. Ibu Syamsu mengaku bingung harus menumpang berteduh, karena dirinya selama ini hidup sebatang kara.
Sejumlah pejabat Muspika Kecamatan Mangaran langsung meninjau lokasi kejadian. "Dalam waktu cepat kami akan mengupayakan agar Pemkab segera memberikan bantuan kepada korban bencana ini," terang Camat Mangaran, Mardjulis.
Selain itu, di pantai utara Kalbut, Desa Semiring dikabarkan ada sejumlah perahu yang mengalami rusak juga akibat dihantam angin.
(bdh/bdh)











































