Namun kesimpulan itu diragukan pihak keluarga. Meski meragukan mereka tetap menerima hasil penyelidikan dari pihak kepolisian.
"Saya masih meragukan ledakan itu dari gas karena sejak semula saya tidak mencium bau gas bocor," kata istri Hawan, Puji Ningsih saat berbincang dengan detiksurabaya.com di rumahnya, Senin (3/5/2010).
Pihaknya kata Puji menganggap kejadian yang menimpa mereka adalah sebuah musibah. Mereka menggelar doa bersama dan membuat bubur merah sebagai bentuk menolak bala. Bubur merah itu kemudian mereka bagikan ke tetangga.
"Gimana lagi, polisi sudah mengatakan seperti itu. Saya pasrah pada argumen polisi," ungkapnya.
Seperti diberitakan, ledakan hebat menghancurkan atap rumah M. Hawan (40), warga Jalan Wapoga IV Blok E1 Perumahan Puskopad II, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Sabtu (1/5/2010).
(wln/wln)











































