Namun Pertamina meragukan hal itu. Pertamina tidak yakin ledakan berasal dari tabung gas.
Sales Respentatif LPG Malang-Banyuwangi Pertamina Malang, Hanggowo mengatakan, melihat dampak ledakan di dalam rumah pihaknya sangat jika penyebabnya adalah tabung bocor.
"Kalau dilihat sangat diragukan akibat tabung bocor. Karena efek ledakan tidak seperti itu," ujarnya saat berbincang dengan detiksurabaya.com di rumah Hawan, Minggu (2/5/2010).
Menurut Hanggowo, dampak dari ledakan tabung gas sangat besar. Terlebih jika menggunakan tabung gas 12 kilogram. "Efeknya akan besar, tapi disini bola lampu dapur saja tidak pecah," ungkapnya.
Hanggowo mengungkapkan apabila terjadi kebocoran tabung gas akan sangat kuat tercium bau gas mercapan (sebutan nama jenis gas,red). Bau gas itu akan tercium oleh pemilik rumah. "Pemilik rumah yang berada dekat saja tidak mencium. Kompor juga tidak digunakan. Biasanya saat kompor digunakan tabung meledak. Karena itu sebagai pematik," tuturnya.
Meski demikian, Hanggowo menegaskan, pihaknya akan mengikuti hasil penyelidikan polisi atau tim labfor. Kesimpulan itu akan menjadi dasar penyebab ledakan.
"Kita boleh berpendapat, tapi disini tetap saja kesimpulan polisi yang dipegang. Polisi bilang akibat tabung gas bocor dari regulator yang aus, iya itu yang kita gunakan sebagai kesimpulan penyebab ledakan," tandasnya.
Seperti diberitakan, ledakan hebat menghancurkan atap rumah M. Hawan (40), warga Jalan Wapoga IV Blok E1 Perumahan Puskopad II, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Sabtu (1/5/2010).
Penyebab ledakan masih simpang siur. Hawan menyakini sumber ledakan akibat suatu benda dari luar rumah.
(wln/wln)











































