Orangtua Eko, ayah tirinya yang bernama Saikun (50) dan ibu kandungnya Misinah (58), warga RT 1 RW 1 Jalan Banjar Waru, Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Taman. Kota Madiun belum mendapat kabar resmi dari kepolisian soal penangkapan anaknya.
Saikun mengatakan pada hari Jumat rumahnya didatangi dari anggota Intel Kodim yang menanyakan seputar keberadaan anaknya Eko. Kepada anggota Intel itu Saikun tidak berkata banyak hanya mengatakan kalau anak tirinya sebulan lalu pamit bekerja di Jakarta namun tidak tahu apa pekerjaannya.
"Orang kodim kemari bertanya anak saya ya saya jawab ke Jakarta ada lowongan kerja gitu," kata Saikun.
Saikun menjelaskan selama ini Eko telah memiliki seorang istri bernama Ari Kartini (26) dan satu anak berumur 2 tahun dan tinggal di Desa Sonokilen Blitar. Keduanya menikah siri saat Eko bekerja di pabrik sepatu di Magetan dan istrinya mengajar mengaji di pondok yang tidak diketahui Saikun.
"Nikah siri dengan orang Blitar waktu dia kerja di pabrik sepatu di Magetan dan istrinya mengajar di pondok. Katanya pakai cadar hitam," jelas Saikun.
Saikun mengungkap Eko adalah anak tirinya. Ayah kandungnya sudah meninggal dunia dan bernama Saliman beralamat di RT 2 Desa Madigondo Kecamatan Takeran Magetan. Eko Prasetio sempat menempuh pendidikan di SDN 1 Banjarejo, SMPN 4 dan SMK 3 Kimia Kota Madiun. Saat masa sekolan Eko dikenal pendiam dan jarang bergaul
dengan teman-temannya.
Ibu Kandung Belum Diberitahu
Misinah (58) ibu kandung Eko Prasetyo mengaku ketakutan dan gemetar setiap didatangi tamu yang tak dikenal menanyakan seputar anaknya Eko. Meski begitu, Misinah tidak tahu maksud kedatangan orang-orang yang datang ke rumahnya.
Saikun tidak mau memberitahu hal itu karena takut tekanan darah tinggi dan jantung yang diderita istrinya kambuh. "Kemarin didatangi orang kodim saja gemeteran dan kagetan. Saya takut penyakitnya kambuh," ujarnya.
Seperti diberitakan, Mabes Polri Densus 88 menangkap Eko Prasetyo alias Zubeir alias Suheir di Kompleks Masjid Mbabat, Lamongan, Jawa Timur. Eko diduga peserta latihan bersenjata di Nanggroe Aceh Darusalam (NAD). Eko ditangkap pada hari Senin 19 April 2010 jam 11.00 WIB.
(wln/wln)











































