Dukungan moril terhadap keluarga ini terus mengalir dari kerabat dan warga sekitar. Dari pantauan detiksurabaya.com di lokasi, masih banyak warga berdatangan ke rumah korban. Kehadiran mereka untuk menemui Hawan bersama istrinya.
"Kami trauma atas kejadian ini. Kami juga takut nanti terjadi lagi," terang Puji Ningsih (35), istri Hawan saat berbincang dengan detiksurabaya.com, Minggu (2/5/2010).
Menurut Puji telah lama dirinya menggunakan tabung elpiji 12 kilogram, dia mengaku tabung miliknya baru diganti dua hari lalu. "Tabung baru saya ganti, dan hanya saya gunakan satu kali untuk memasak air, pagi sebelum kejadian," terang ibu dua anak ini.
Puji berharap nantinya akan mendapatkan bantuan dana untuk biaya perbaikan rumahnya Pasalnya, untuk biaya perbaikan itu, dirinya bersama keluarga masih kebingungan mencari jalan keluar. "Kami harap ada bantuan nanti," harapnya.
Seperti diberitakan, ledakan hebat menghancurkan atap rumah M. Hawan (40), warga Jalan Wapoga IV Blok E1 Perumahan Puskopad II, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Sabtu (1/5/2010).
Penyebab ledakan masih simpang siur. Hawan menyakini sumber ledakan akibat suatu benda dari luar rumah. Sementara polisi menduga kuat ledakan disebabkan tabung gas 12 kilo milik korban mengalami kebocoran.
(wln/wln)











































