Ribuan Persikmania memulai aksinya di depan Taman Makam Pahlawan Kusuma Bangsa, sekitar 100 meter sebelah barat Stadion Brawijaya. Setelah itu mereka long march menuju Mapolresta Kediri yang berjarak sekitar 3 Km. Sepanjang perjalanan mereka membentangkan sejumlah poster dan menyerukan apa yang menjadi tuntutannya.
"Kami sakit hati, kami terluka atas keputusan Kapolresta Kediri. Kenapa pertunjukan
dangdut diizinkan, sementara kepentingan Persik diabaikan," teriak salah satu koordinator lapangan aksi melalui pengeras suara, Jumat (30/4/2010).
Aksi ribuan Persikmania ini sontak membuat arus lalu-lintas di Kota Kediri terganggu. Untuk menghindari kemacetan, polisi memberlakukan sistem buka tutup pada sejumlah ruas jalan yang dilewati demonstran.
Adanya tuntutan mundur terhadap Ketua Panpel Pertandingan Bambang Sumarjono dan
Kapolresta Kediri AKBP Rastra Gunawan, dibenarkan oleh salah seorang Koordinator
Wilayah Persikmania Edi Gedhe.
Menurutnya, batalnya laga Persik - Persebaya di Stadion Mandala Krida, Jogyakarta, murni kesalahan kedua belah pihak tersebut.
"Kami melihat Pak Kapolresta kurang komunikasi dengan penanggungjawab keamanan lain seperti Makodim, Yonif dan Brigif. Kami sangat yakin kalau merekaitu diminta bantuan pasti juga akan membantu, karena keamanan Kota Kediri tentunya menjadi
tanggung jawab bersama," tegas Edi.
Edi menambahkan, pihaknya akan meminta agar kepolisian memberikan izin laga tunda Persik - Persebaya tetap dilaksanakan di Kota Kediri. "Kami sangat berharap PT Liga tidak sampai mem-WO dan mengizinkan laga tunda. Dan kalau itu terjadi, kami mohon polisi bisa mengijinkan, meski harus digelar tanpa penonton," tegasnya.
Saat ini 6 orang perwakilan Persikmania diijinkan masuk ke Ruang Sentra Pelayanan
Kepolisian di Mapolresta Kediri, untuk melakukan pertemuan dengan tertutup bersama
Kapolresta dan sejumlah perwira. Sementara ribuan Persikmania lain masih bertahan di
depan Mapolresta, dengan terus menyuarakan tuntutannya.
Usai menggelar aksi di Mapolresta, ribuan Persikmania berencana mendatangi Sekretariat Persik di Jalan Diponegoro. Mereka akan menyampaikan tuntutan agar Ketua Panpel mengundurkan diri kepada pengurus tim.
"Sebagai Ketua Panpel dia semestinya bisa menjami berlangsungnya pertandingan secara
teratur, tapi dia tidak. Sudah selayaknya dia dicopot dari jabatannya, karena memang
sudah tidak memiliki keberpihakan dengan tim ini," tandas Edi.
Sebelumnya, laga Persik-Persebaya dalam lanjutan ISL yang sedianya digelar di Stadion Mandala Krida Jogyakarta, Kamis (29/4/2010) kemarin batal setelah polisi setempat tidak mengeluarkan izin. Akibatnya, Persik terancam mengalami kekalahan WO, dengan konsekuensi dinyatakan kalah 0-3 dan mendapatkan pengurangan 3 poin dari yang dimiliki saat ini. (fat/fat)










































