Sungeb mengatakan longsor terjadi pukul 03.00 WIB, Kamis (29/4/2010) dini hari tadi saat semua anggota keluarga masih tidur. Sebelum longsor terjadi kata Sungeb hujan turun dengan deras dari sore hingga malam.
Beruntung saat peristiwa itu tidak ada korban jiwa karena dirinya dan anaknya Surati (35) serta kedua cucunya Aditya (15) dan maya (3) tinggal di rumah lama disamping rumah yang tertimbun longsor.
"Longsornya terjadi saat kita semua masih tidur. Untungnya rumah ini belum dihuni karena masih belum selesai dibangun," kata Sungeb sambil membersihkan lumpur.
Sungeb mengharap Pemkab Madiun membantu dirinya untuk perbaikan rumah yang berdiri sejak 3 tahun lalu untuk anaknya. "Kita minta bantuanlah pada Bupati untuk memperbaiki karena kita juga orang susah, orang kampung kerja serabutan dan suami anak saya juga serabutan di Jakarta sana," tuturnya.
Surati anak Sungeb mengaku trauma mengingat rumahnya di kaki Gunung Wilis dengan kondisi tanah yang curam. "Saya masih takut. Waktu kejadian suara keras terdengar," ungkap Surati.
(wln/wln)











































