Aksi ini dilakukan karena badan jalan di kawasan itu banyak yang rusak dan berlubang. Sehingga kerap terjadi kecelakaan di kawasan jalur Trowulan-Troloyo tersebut.
"Jalan ini rusak, kalau tidak ditanami pohon begini, tidak akan ditanggapi pemerintah," teriak Saiful Huda (37), warga Desa Trowulan, sembari mengarahkan warga yang lain untuk menanam pohon pisang di badan jalan.
Ruas jalan Trowulan menuju Troloyo merupakan satu-satunya jalan menuju ke Makam
Prabu Brawijaya V dan Putri Champa. Selain itu jalan menuju ke situs utama Kerajaan Majapahit dan Makam Syekh Jumadil Kubro, kakek Sunan Ampel dan Sunan Giri.
Setiap hari, puluhan bus antar kota maupun kendaraan penumpang umum lain, keluar masuk melintas di jalan itu. Juga banyak kendaraan pengangkut pasir dan batu bertonase tinggi yang melintas di kawasan tersebut.
Akibatnya, jalan sepanjang 5 Km itu banyak yang rusak dan berlubang. Sementara jalan yang ditanami warga dengan pisang dan bebatuan sekitar 1 Km. "Kami meminta tanggung jawab pemerintah," kata Agus Sujoko (42), warga Desa Trowulan.
Penanaman pohon pisang dan bebatuan di badan jalan ini, mengakibatkan arus lalu lintas di jalur Trowulan-Troloyo terhambat. Kendaraan harus berjalan bergantian. Bahkan dalam pengamatan detiksurabaya.com, sebuah bus harus berputar arah, karena khawatir diamuk massa.
(fat/fat)











































