Debit Air Brantas Meningkat, 1 Jembatan Utama Ditutup

Debit Air Brantas Meningkat, 1 Jembatan Utama Ditutup

- detikNews
Rabu, 28 Apr 2010 11:32 WIB
Debit Air Brantas Meningkat, 1 Jembatan Utama Ditutup
Kediri - Hujan deras mengguyur Kota dan Kabupaten Kediri sejak Selasa (27/4/2010) malam, membuat debit air Sungai Brantas meningkat. Imbasnya, 1 dari 4 jembatan utama yang menghubungkan 2 wilayah tersebut harus ditutup total.

Pasalnya, 1 dari 9 baja penyangga jembatan hilang hingga membuat badan jembatan melengkung. 10 Perahu penambang pasir ikut hanyut terseret arus sungai.

Jembatan yang ditutup membentang di atas Sungai Brantas dengan menghubungkan Desa Jongbiru, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri, dan Kelurahan Mrican, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Jembatan dengan panjang 1,3 meter dan lebar 4 meter tersebut mulai ditutup sejak Rabu (28/4/2010) pagi.

Pantauan detiksurabaya.com menunjukkan, penutupan jembatan dilakukan dengan memasang portal besi semi permanen, melintang di tengah pintu masuk. Untuk menjaga kemungkinan adanya pengguna jalan yang menyerobot, warga juga tampak melakukan penjagaan.

"Bahaya mas. Daripada nanti ada apa-apanya, sampeyan putar balik aja lewat Jembatan Semampir," ujar Sukaji (42), salah seorang warga Desa Jongbiru kepada pengguna jalan yang berusaha menerobos palang pintu.

Terkait alasan penutupan, diakui oleh Sukaji, tidak hanya didasarkan tingkat bahaya. Hilangnya 1 dari 9 baja penyangga jembatan hingga badan jembatan melengkung, juga diakuinya menjadi penyebab.

"Tadi pagi-pagi pak polisi bilang, jembatan ditutup total atas perintah walikota. Bahaya kalau dipaksanakan, karena memang penyangganya hilang satu,"
ungkapnya.

Akibat penutupan ini, aktivitas warga di kota dan Kabupaten Kediri terganggu. Untuk saling berinteraksi mereka harus memutar hingga 5 kilometer, dengan memanfaatkan Jembatan Semampir.
(fat/fat)
Berita Terkait