Hingga kini belum diketahui berapa rumah yang terendam banjir dan jumlah korban. Namun ratusan kepala keluarga (KK) terisolir dan memilih menyelamatkan diri ke tempat yang tinggi.
"Kami masih lakukan pendataan dan harus turun ke lapangan. Saat ini data belum dapat dipastikan berapa jumlah rumah yang terendam serta korban manusia," kata Kepala Kecamatan Sumbermanjing Wetan Bambang Istiawan saat dihubungi detiksurabaya.com, Selasa (27/4/2010).
Menurut Bambang, di daerah itu terbagi dua wilayah yaitu wilayah dataran rendah dan tinggi. Untuk itu tingginya luapan sungai belum dapat diketahui secara jelas.
Sehingga luapan debit air dari Sungai Mbambang dan Sungai Penguluran belum dapat dipastikan tingginya. "Kalau di pemukiman di wilayah rendah pasti tinggi air semakin tinggi daripada di wilayah dataran tinggi. Karena wilayah itu terbagi menjadi dua," jelasnya.
Hampir setiap tahun jika curah hujan tinggi Desa Sitiarjo menjadi langganan banjir. Luapan dua sungai itu selalu merendam rumah-rumah warga.
Wilayah berada di sebuah ngarai ini memiliki 60 RT dari 12 RW yang ada. Tahun 2003 lalu banjir bandang melanda wilayah ini hingga secara menyeluruh merendam rumah-rumah warga. (fat/fat)










































